Minggu, 07 April 2013

Kemampuan Pribadi


Hai semua, dalam postingan kali ini saya akan memperkenalkan diri saya lebih jauh. Mungkin dalam postingan pertama, saya telah memperkenalkan diri saya secara singkat. Nah, kali ini saya akan menceritakan tentang kemampuan-kemampuan pribadi yang saya miliki secara lebih detail.

Kemampuan seseorang dapat diperoleh dari berbagai cara, dari proses belajar dan latihan maupun melalui bakat sejak lahir.
Kemampuan dari proses belajar dan latihan biasanya dapat dikuasai oleh seseorang bila seseorang benar-benar menyukai bidang/kegiatan tersebut, atau yang biasa disebut sebagai hobi atau minat. Bakat merupakan kemampuan yang telah dimiliki oleh seseorang sejak lahir, tanpa mempedulikan apakah orang tersebut menyukai hal tersebut atau tidak. Namun pada umumnya, hobi seseorang sesuai dengan bakatnya.

Oke, sekarang akan saya ceritakan tentang kemampuan-kemampuan apa saja yang saya miliki.
Saya akan memulainya dari bakat saya. Sebenarnya, bakat yang saya miliki adalah menggambar. Sejak kecil saya sangat suka menggambar, dimulai dengan meniru gambar tokoh-tokok kartun yang saya tonton hingga menggambar tokoh-tokoh kartun ciptaan saya sendiri. Supaya gambar-gambar saya menjadi lebih bagus, tentunya saya perlu mewarnai gambar-gambar tersebut. Teknik yang biasa saya gunakan untuk mewarnai gambar-gambar saya adalah dengan mengarsir dengan tekanan yang berbeda-beda untuk menghasilkan perpaduan warna yang diinginkan. Seluruh imajinasi saya dapat saya tuangkan di atas selembar kertas putih berupa lukisan-lukisan yang mencerminkan isi/visualisasi dari pikiran saya.

Nah, berikutnya akan saya ceritakan tentang kemampuan-kemampuan yang saya peroleh dari proses belajar, salah satunya adalah programming. Saya mulai menyukai programming ketika saya duduk di bangku kelas 3 SMA. Pada saat itu bahasa pemrograman yang dipelajari adalah Visual Basic. Sebenarnya saya sudah pernah belajar programming di kelas 3 SMP, namun saat itu saya belum begitu tertarik untuk mendalaminya. Barulah saat saya benar-benar tertarik dengan dunia programming, saya akhirnya memutuskan untuk mendalaminya dengan mengambil jurusan Teknologi Informasi untuk melanjutkan pendidikan saya.

Berbekal pengetahuan yang pernah saya peroleh dari sekolah, saya dengan serius menekuni berbagai jenis bahasa pemrograman yang diajarkan maupun tidak diajarkan di perkuliahan. Sampai saat ini, beberapa bahasa pemrograman yang saya kenal dan telah saya pelajari adalah bahasa pemrograman C, C++ dan Java. Dari ketiga bahasa pemrograman tersebut, yang paling menarik bagi saya adalah Java karena memiliki konsep Object-Oriented secara penuh, yang mempermudah saya untuk menyusun program-program yang akan saya buat secara rapi.

Nah, sebenarnya apa sih tujuan saya belajar programming? Tujuan yang paling jelas tentunya adalah untuk menjadi programmer. Namun selain itu, hal yang paling membuat saya tertarik untuk terjun ke dalam dunia programming adalah untuk membuat game. Ya, tujuan utama saya belajar programming adalah untuk membuat game, apakah itu game PC, game console, maupun game untuk tablet dan smartphone.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, tentu saja saya tidak bisa hanya dengan mempelajari bahasa pemrograman. Saya juga harus mempunyai kemampuan untuk memvisualisasikan dunia game yang akan saya buat secara bagus, supaya game tersebut mampu memberikan pengalaman bermain yang lebih menarik dan lebih nyata.
Nah, dari sinilah bakat menggambar saya dapat saya kombinasikan untuk membuat sebuah game. Dalam menggambar, saya selalu menggunakan imajinasi saya yang tidak ada batasannya. Begitu pula dalam merancang dunia game, imajinasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Untuk itulah, tampilan game yang paling cocok untuk saya rancang adalah game dengan tampilan 3 dimensi, yang mampu memberikan tampilan visual yang lebih nyata.

Hal yang setiap orang pikirkan sebelum membuat game tentunya adalah bermain game. Selain game-game yang menekankan pada kualitas tampilan visualnya, saya juga suka bermain game-game yang bertema puzzle. Puzzle yang saya maksudkan di sini bukanlah game puzzle klasik, melainkan game yang berisi sekumpulan teka-teki untuk dipecahkan, seperti game detektif, room escape dan game-game misteri lainnya.
Dalam game tersebut, pemain harus memikirkan cara untuk memecahkan misteri/teka-teki berdasarkan petunjuk-petunjuk yang tersedia. Game seperti ini kebanyakan tersedia untuk game-game smartphone atau tablet seperti Android. Berbagai jenis game ini telah saya selesaikan tanpa menggunakan bantuan-bantuan/hint yang terdapat di dalam game tersebut maupun yang tersedia di internet.

Untuk memecahkan game seperti itu, dibutuhkan kemampuan berpikir secara logis dan kemampuan untuk mencari hubungan antara petunjuk yang ada dengan objek yang diteliti. Nah, dengan kemampuan yang saya miliki ini, saya berharap untuk dapat mengaplikasikan kemampuan saya ini dalam kehidupan nyata untuk memecahkan berbagai jenis persoalan di dunia nyata yang sedang dihadapi dalam kondisi apapun dengan segala hal yang tersedia.

Selain bermain game-game elektronik, saya juga suka bermain sudoku. Kemampuan menyelesaikan soal-soal sudoku saya dapatkan langsung melalui pemikiran saya sendiri tanpa mempelajarinya dari sumber-sumber lain.
Untuk prestasi dalam bidang ini, saya pernah meraih peringkat ketiga dalam lomba sudoku yang dilaksanakan di sekolah saya ketika saya kelas 1 SMA. Dalam perlombaan tersebut, setiap kelompok yang terdiri dari 1-2 orang akan diberikan beberapa soal sudoku untuk diselesaikan. Pemenangnya adalah kelompok yang mampu menyelesaikan paling banyak soal dengan tepat dan dalam waktu yang paling singkat.
Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa pada saat itu saya ikut sebagai peserta tunggal, dimana kelompok lainnya kebanyakan diikuti oleh dua orang peserta (termasuk yang meraih juara pertama dan kedua).

Nah, selain prestasi dalam perlombaan sudoku, saya juga pernah meraih prestasi dalam perlombaan cepat tepat tingkat SMA di sekolah saya juga. Saya pernah dua kali meraih peringkat dua ketika saya kelas 1 dan kelas 2 SMA. Dalam perlombaan tersebut, soal-soal yang diberikan adalah soal-soal dari mata pelajaran di sekolah serta soal-soal pengetahuan umum. Soal-soal yang saya sukai dan yang kebanyakan dapat saya jawab adalah soal tentang pengetahuan umum.

Saya memang suka menonton kuis-kuis tentang pengetahuan umum, seperti kuis “Who wants to be a Milionnaire” dan kuis “Siapa Berani” yang ditayangkan di stasiun televisi di Indonesia. Sejak internet semakin berkembang, tepatnya ketika saya dapat mengakses internet melalui ponsel saya, keinginan saya untuk menambah pengetahuan umum saya semakin mudah terpenuhi.
Untuk mengekspresikan kecintaan saya terhadap kuis pengetahuan umum, saya pernah membuat soal-soal pengetahuan umum ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 SMP dan dijadikan permainan untuk teman-teman di kelas saya.
Sejak saat itu, saya terus mengumpulkan soal-soal pengetahuan umum dan soal-soal tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Apabila sebelumnya saya pernah berperan sebagai peserta (dalam perlombaan sudoku dan cepat tepat), saya juga pernah menjadi panitia untuk menyelenggarakan suatu acara perlombaan, tepatnya acara PORSENI yang diadakan oleh organisasi KMB USU. Di sanalah, soal-soal pengetahuan umum saya digunakan dalam perlombaan cerdas cermat. Berdasarkan testimoni dari berbagai peserta cerdas cermat tersebut, peserta rata-rata mengaku sangat puas dengan soal-soal yang diberikan karena soal-soal tersebut sangat menarik dan sesuai untuk perlombaan seperti ini.

Nah, di balik setiap perlombaan yang melibatkan saya (apakah sebagai peserta ataupun panitia), saya memang sangat menyukai yang namanya kompetisi.
Di dalam kompetisi, panitia harus mampu menentukan sistem pertandingan yang paling sesuai dengan keadaan (lokasi, jumlah peserta dan sebagainya). Sedangkan peserta harus mampu mengeluarkan seluruh kemampuan yang ia miliki untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebagai panitia, kemampuan saya untuk memecahkan persoalan/menentukan solusi terbaik sangat dibutuhkan supaya pertandingan yang akan diselenggarakan dapat berlangsung dengan baik.

Salah satu hal yang saya sukai sebagai seorang panitia adalah membuat tabel atau pohon turnamen serta statistik dari masing-masing peserta. Data-data seperti ini sangatlah penting dan dapat diolah menjadi informasi-informasi yang penting pula. Nah, dari sinilah pula kemampuan saya dalam bidang IT dapat saya manfaatkan untuk mengolah data-data tersebut, sehingga data-data tersebut lebih terintegrasi.

Oke, mungkin itu saja kemampuan-kemampuan yang saya miliki dan benar-benar saya minati, selebihnya kemapuan-kemampuan saya yang lainnya mungkin kurang menonjol dan kurang saya minati. Sekian dulu ya untuk postingan saya kali ini, sampai ketemu di postingan selanjutnya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar