Senin, 25 Maret 2013

Penguatan Positif


A. JUDUL DISKUSI

Judul Diskusi : Penguatan Positif (Positive Reinforcement)

B. KELOMPOK DAN ANGGOTA KELOMPOK

Kelompok : 4

Anggota Kelompok :

- Fahrunissa Khairani (111402002)
- Masyunita (111402012)
- Harry (111402046)
- M.Suryansah Manik (111402052)
- Nabila Pindya (111402110)

C. HASIL DISKUSI

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar. Manusia sudah mulai belajar ketika masih bayi, misalnya belajar berkomunikasi, belajar berjalan dan sebagainya. Dalam proses belajar, seseorang mungkin menerima rangsangan-rangsangan yang dapat mempengaruhi kegiatan belajarnya. Rangsangan-rangsangan yang dimaksud adalah berupa penguatan (reinforcement).

Salah satu tokoh yang mengemukakan teori tentang penguatan adalah Burhuss Frederick Skinner, seorang pengacara berkebangsaan Amerika Serikat yang dikenal sebagai tokoh behavioris. Menurut Skinner, unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif.

Eksperimen Skinner

Pendapat-pendapat di atas yang dikemukakan oleh Skinner tentunya tidak muncul begitu saja. Pendapat-pendapat tersebut merupakan kesimpulan yang ia peroleh berdasarkan hasil dari berbagai eksperimen yang ia lakukan. Salah satu eksperimen yang ia lakukan adalah percobaan pada tikus. Pertama-tama, Skinner menyediakan sebuah kotak yang disebut “Skinner Box” yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya dan lantai yang dapat dialiri listrik. Kemudian, di dalam kotak tersebut dimasukkan tikus yang telah dilaparkan. Karena dorongan lapar tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana kemari untuk mencari jalan keluar dari box, tidak sengaja ia menekan sebuah tombol, sehingga makanan keluar. Dengan demikian, tikus akan belajar bahwa apabila tombol tersebut ditekan maka makanan akan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shapping.

Teori Penguatan Positif

Penguatan positif adalah sebuah stimulus (rangsangan) yang ditambahkan ke lingkungan yang menyebabkan peningkatan dalam respon yang telah terjadi. Jika makanan, minuman, uang atau pujian diberikan setelah respon, kemungkinan besar respon tersebut akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Bentuk penguatan positif yang lain dapat berupa hadiah, perilaku atau penghargaan.

Dari eksperimen di atas, penguatan yang diberikan kepada si tikus adalah berupa makanan bila tikus tersebut berhasil menekan tombol yang telah disediakan. Respon yang diberikan oleh si tikus adalah ketika menekan tombol tersebut. Karena makanan akan muncul setelah tikus menekan tombol, maka kemungkinan besar si tikus akan memberikan respon yang sama lagi yaitu menekan tombol. Hal ini bisa terjadi karena si tikus telah belajar bahwa tombol tersebut untuk mengeluarkan makanan.

Contoh Penguatan Positif

Sebagai mahasiswa Teknologi Informasi, saya juga sering mengalami proses belajar yang disertai dengan penguatan positif dalam dinamika kehidupan saya di kampus. Salah satu contohnya adalah ketika seorang dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat sebuah sistem atau program dengan persyaratan yang telah ia tetapkan. Kemudian dosen juga memberikan persyaratan tambahan yang tidak wajib dipenuhi dalam tugas tersebut, namun apabila mahasiswa mampu memenuhi persyaratan tambahan itu, otomatis mahasiswa tersebut akan mendapatkan nilai yang tinggi / aman. Dengan demikian, nilai tinggi itulah yang menjadi penguatan positif bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Selain itu, contoh konkret penguatan positif yang terjadi dalam dinamika kehidupan mahasiswa TI adalah pada saat berlangsungnya praktikum programming di dalam lab. Asisten lab meminta mahasiswa untuk membuat sebuah / beberapa buah program dimana sepuluh orang pertama yang mampu menyelesaikan program akan diberi nilai yang tinggi / aman dan tidak mendapatkan pekerjaan rumah (PR). Jadi, nilai tinggi dan bebas PR itulah yang menjadi penguatan positif bagi mahasiswa untuk berlomba-lomba menyelesaikan program dengan lebih cepat dan benar.

D. SUMBER REFERENSI

- S.Feldman, Robert, Pengantar Psikologi (Understanding Psychology), Salemba Humanika,Jakarta  

E. TESTIMONI SECARA KESELURUHAN

Proses diskusi dari kelompok kami berjalan dengan lancar karena setiap anggota turut mencari sumber-sumber referensi sesuai dengan judul diskusi dan setiap anggota kelompok juga turut memberikan pendapatnya masing-masing sehingga setiap ide yang muncul dapat disesuaikan dan ditarik kesimpulannya. Hasil diskusi dari kelompok kami juga cukup memuaskan karena telah membahas pokok-pokok pembahasan yang sesuai dengan judulnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar